1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Informasi tentang Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

                                

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan Penyebab meningkatnya resiko penyakit stroke, jantung dan ginjal. Pada akhir abad 20, penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab utama kematian di negara maju dan negara berkembang.

 

         Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia sebesar 26,3%. Sedangkan data kematian di rumah sakit tahun 2005 sebesar 16,7%. Faktor resiko utama penyakit jantung dan pembuluh darah adalah hipetensi, di samping hiperkolesterollemia dan diabetes melitus.

 

Definisi           

- bila tekanan darah systole ≥140 mmHg & diastole ≥ 80 mmHg

- bila mengkomsumsi obat-obatan anti hipertensi

 

Gejala             

            Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. Meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).

            Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan, yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Umumnya gejala-gejala tersebut antara lain :

- peninggian tekanan darah lebih dari normal

- sakit kepala

- rasa berat ditengkuk

- mudah marah

- sukar tidur

- mata berkunang-kunang

- mimisan

- telinga sering berdengung

 

Penyebab hipertensi

Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :

1.       Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).

2.       Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain.

 

            Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

 

Diagnosis        

            Hanya dapat ditegakkan bila dalam 2 kali atau lebih pengukuran tekanan darah lebih dari normal.

 

 

Tata laksana

- modifikasi gaya hidup :

     / menurunkan berat badan

     / olah raga min 30-45 mnt/hari

     / mengurangi komsumsi garam

     / berhenti merokok & asupan kolesterol

- terapi dengan obat anti hipertensi

 

Komplikasi       :

- Stroke

- Serangan jantung

- Kematian