1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Deteksi Dini Hiperlipidimia

Banyak orang menyebut penyakit ini dengan kolesterol, kelebihan lemak darah. Penyakit ini terjadi akibat dari kelainan metabolisme maupun kelainan transportasi lemak dalam tubuh.

 

Gejala             

- sebagian besar tanpa gejala

- benjolan warna kekuningan dikulit

- bulatan kelabu ditepi retina bola mata

- penimbunan lemak abnormal pada orang tua

- krisis abdomen akut

- kaku pada tengkuk      

           

Deteksi Dini dan Evaluasi

Siapa yang sebaiknya diperiksa ?

            Pemeriksaan penyaring untuk profil lipid dilakukan pada semua orang dewasa berusia diatas 30 tahun atas anjuran petugas kesehatan atau atas permintaan sendiri.

            Pemeriksaan selektif harus dilakukan pada mereka yang beresiko tinggi untuk terjadinya penyakit kardiovaskuler yaitu:

- Bukti adanya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan atau manifestasi aterosklerosis yang lain

- Riwayat keluarga PJK prematur

- Riwayat keluarga dengan dislipidemia

- Bukti adanya faktor resiko PJK yang lain

   - DM

   - Hipertensi

   - Merokok

   - Obesitas ( BMI > 27 kg/m)

- Atau atas permintaan sendiri. 

 

Diagnosis        

- ditemukan gejala-gejala tersebut diatas

- kadar kolesterol darah puasa ≥ 200 mg/dl

 

Tata laksana   

- pengendalian berat badan

- olah raga

- memperbanyak komsumsi buah, sayur & serat

- kurangi garam

- konsul dokter untuk pengendalian kolesterol selanjutnya

 

Terapi diet

            Terapi diet dimulai dengan menilai pola makan pasien, mengidentifikasi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol serta berapa sering keduanya dimakan. Jika diperlukan ketepatan yang lebih tinggi untuk menilai asupan gizi, perlu dilakukan penilaian yang lebih rinci, yang biasanya membutuhkan bantuan ahli gizi.Penilaian pola makan penting untuk menentukan apakah harus dimulai dengan diet tahap I atau langsung ke diet tahap ke II. Hasil diet ini terhadap kolesterol serum dinilai setelah 4-6 minggu dan kemudian setelah 3 bulan.

 

 

Tabel komposisi I – II

                                      Tahap I

Tahap II

Karbohidrat (% kalori)

50-60

50 – 60

Protein (% kalori)

15-20

15 – 20

Lemak (% kalori)

< 30

< 30

Kolesterol mg/dl

< 300

< 200

Lemak Jenuh (% kalori)

< 10

< 7

 

Latihan jasmani

            Dari beberapa penelitian diketahui bahwa latihan fisik dapat meningkatkan kadar HDL dan Apo AI, menurunkan resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas dan meningkatkan keseragaman fisik, menurunkan trigliserida dan LDL, dan menurunkan berat badan.

 Setiap melakukan latihan jasmani perlu diikuti 3 tahap :

1.  Pemanasan dengan peregangan selama 5-10 menit

2. Aerobik sampai denyut jantung sasaran yaitu 70-85 % dari denyut jantung maximal ( 220 - umur ) selama 20-30 menit .

3.  Pendinginan dengan menurunkan intensitas secara perlahan - lahan, selama 5-10 menit. Frekwensi latihan sebaiknya 4-5 x/minggu dengan lama latihan seperti diutarakan diatas. Dapat juga dilakukan 2-3x/ minggu dengan lama latihan 45-60 menit dalam tahap aerobik.

 

Komplikasi      

·         Kelainan pembuluh darah besar maupun kecil

·         peningkatan tekanan darah

·         penyakit jantung koroner